Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Bangsa yang Ramah, tetapi Terlalu Sibuk Bekerja

Epilog : Tulisan ini pertama kali ditulis pada 16 Maret 2014 , ketika saya berada di semester akhir perkuliahan. Saya memilih untuk merapikannya dari sisi bahasa dan alur, tanpa mengubah esensi pemikiran yang melatarbelakanginya. Indonesia sering diperkenalkan sebagai bangsa yang ramah dan berbudi pekerti luhur. Gambaran ini kerap disampaikan oleh berbagai tokoh masyarakat kepada dunia luar. Namun, ketika saya melihat realitas hari ini, saya merasa budaya tersebut perlahan bergeser. Bukan hilang, melainkan tergantikan oleh budaya bekerja dan ambisi untuk menduduki posisi tertentu. Sejak saya mengenyam pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga kini berada di semester akhir perkuliahan, satu hal yang terus saya lihat adalah dorongan untuk menjadi seseorang dalam struktur yang sudah mapan. Baik di korporasi, kementerian, lembaga negara, maupun institusi lainnya. Ambisi ini seolah menjadi tujuan utama pendidikan dan kehidupan sosial. Dari titik itulah saya mulai bertanya pada dir...